Belas kasih (teman sebaya)

Posted: November 19, 2012 in Uncategorized

Terus melangkah

meski kau tau itu susah

menembus dinginnya pagi

melawan panasnya sinar sang surya

kau berdiri di pinggiran lampu kota

 

Menggenggam sebatang kayu

kaleng kosong nyaring kau bunyikan

terus bernyanyi

mengejar mobil yg berlalau lalang

namun tak kau rasakan dahagamu teman

 

engkau gantungkan hidupmu di jalanan

bersahabatkan debu dan hujan

demi meraih sesuap nasi

bahkan kau tau hanya receh yang ada

 

jalan hidupmu bak pelajaran yang hebat teman

air mata pun tak pernah kau buang

kagum yg ku lihat

namun sedih yg ku rasa

 

tuhan

jika aku dia

bernafaskan pada kesusahan

berebut nasi di tengah kejamnya kota

menahan lapar setiap harimu

sanggupkah aku ?

Sebuah tanya yang ku tau jawabnya..

 

Kawan

rasa malumu telah tiada

melawan hidup untukmu berjuang

terus lakukan

hingga kau raih titik kesuksesan

tanpa harus kau putuskan pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s