PANCASILA DALAM ETIKA POLITIK

Posted: November 5, 2014 in Uncategorized

1. Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang memiliki watak, adat ataupun kesusilaan. Jadi pada dasarnya etika dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan.

Dalam konteks filsafat, etika membahas tentang tingkah laku manusia yang dipandang dari segi baik dan buruk. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia.

Menurut Maryani & Ludigdo “Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”. Etika juga merupakan suatu nilai yang membahas tentang benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

Secara umum, etika adalah suatu cabang filsafat, yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pndangan moral tersebut, atau dapat diartikan bahwa etika adalah sebuah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan., oleh karena kesusilaan ini erat hubungannya dengan moralitas maka etika pada hakekatnya adalah sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas.

2. Pengertian Etika Politik

Pengertian “politik” berasal dari kosa kata “politics” yang memiliki makna bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan-tujuan itu.

Menurut aristoteles politik merupakan cabang pengetahuan praktis, yang merupakan bagian dari etika yang berurusan dengan manusia dalam kegiatan kelompok.

Etika politik merupakan cabang dari filsafat politik yang membicarakan perilaku atau perbuatan-perbuatan politik untuk dinilai dari segi baik atau buruknya. Filsafat politik adalah seperangkat keyakinan masyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dibela dan diperjuangkan oleh para penganutnya, seperti komunisme dan demokrasi.

Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik, baik bersama dan untuk orang lain, dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang adil. Etika politik membantu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekadar etika individual perilaku individu dalam bernegara.

3. Pengertian Etika Sebagai Salah Satu Cabang Filsafat Praktis

Etika merupakan cabang falsafah dan sekaligus merupakan cabang dari ilmu kemanusiaan (humaniora). Etika sebagai cabang falsafah membahas sistem dan pemikiran mendasar tentang ajaran dan pandangan moral.

Etika sebagai cabang ilmu membahas bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Etika sosial meliputi cabang etika yang lebih khusus seperti etika keluarga, etika profesi, etika bisnis, etika lingkungan, etika pendidikan, etika kedokteran, etika jurnalistik, etika seksual dan etika politik.

Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakekatnya merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaraan. Didalam filsafat pancasila terkandung didalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif, dan sistem pemikiran tersebut merupakan suatu nilai.

Oleh karena itu suatu pemikiran filsafat tidak secara langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam suatu tindakan atau aspek praktis melainkan suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar.

Filsafat dibagi menjadi beberapa cabang menurut lingkungan bahasanya masing-masing. Cabang-cabang itu masing-masing dibagi menjadi dua kelompok bahasan pokok yaitu:

  • Filsafat Teoritis adalah kelompok filsafat yang mempertanyakan segala sesuatu yang ada. Filsafat Teoritis mempertanyakan dan berusaha mencari jawabannya tentang segala sesuatu misalnya, hakekat manusia, alam dan sebagainya. Filsafat teoritis pun mempunyai maksud-maksud dan berkaitan erat dengan hal-hal yang bersifat praktis, karena pemahaman yang dicari tersebut akan menggerakkan kehidupannya.
  • Filsafat Praktis adalah kelompok yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada tersebut.

Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan di bagi menjadi dua kelompok, yaitu etika umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran–pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran–ajarn dan pandangan–pandangan moral.

Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral(Suseno 1987).

Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berklaku bagi tindakan manusia, sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia (Suseno, 1987). Etika khusus dibagi menjadi dua etika individual dan etika social. Etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri, sedangkan etika social yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup masyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.

Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun.

4. Pancasila Sebagai Sistem Etika

Sistem merupakan satu kesatuan bagian atau elemen yang memiliki fungsi, apabila satu fungsi terganggu, maka berpengaruh pada fungsi lain. Pancasila sebagai suatu sistem etika pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma. Selain itu juga mengandung pemikiran-pemikiran yang kritis, rasional, sistematis dan komprehensif yang memberikan landasan bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Nilai, norma, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila maka ketiganya akan memberikan pemahaman yang saling melengkapi sebagai sistem etika. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaran lainnya.

Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau kehidupan nyata dalam masyarakat, bangsa dan negara maka diwujudkan dalam norma-norma yang kemudian menjadi pedoman. Norma-norma itu meliputi :

  • Norma Moral

Norma moral berkitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, yang selanjutnya dijabarkan dalam suatu norma-norma moralitas atau norma-norma etika.

  • Norma Hukum

Suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu tempat dan waktu tertentu dalam pengertian ini peraturan hukum. Dalam pengertian itulah Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Dengan demikian, Pancasila pada hakikatnya bukan merupakan pedoman yang langsung bersifat normatife maupun praksis, melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma.

DAFTAR PUSTAKA

Magnis, Franz dan Suseno .1988. Etika Politik. PT Gramedia:Jakarta

Kaelan dan Zubaidi, Achmad .2010. Pendidikan Kewarganegaraaan. Paradigma : Yogyakarta

Budiardjo, Miriam .2003. Dasar-dasar Ilmu Politik. PT Gramedia Pustaka : Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s