Studi Kasus Sumber Daya Alam yang Dapat Disimpan dan Diperbaharui

Posted: Mei 19, 2015 in Uncategorized

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

            JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta bersama Pemprov Jawa Barat menandatangani kerja sama pengelolaan sumber daya air dalam rangka manajemen risiko kekurangan air bersih di Jakarta. Deklarasi ini turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto.

“Langkah Pemprov membangun sumur resapan di dalam gedung, normalisasi waduk Pluit dan Ria Rio juga dalam rangka permanen air,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2013).

Jokowi mengatakan, sangat penting untuk dilakukan langkah penyelamatan air agar seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati air bersih. “Semua dalam rangka memanen air. Tapi kalau waduknya seperti Ria Rio apa yang mau dipanen,” ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum menambahkan, krisis air yang terjadi di DKI diperparah dengan pertambahan jumlah penduduk yang berdampak pada peningkatan pencemaran air sungai. “Water is everybody bussiness,” ujar Menteri PU di tempat yang sama.

Deklarasi permanen air itu berisi langkah-langkah implementasi kebijakan permanen air (Water Harvesting). Dimana masing-masing Pemda mempromosikan dan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan pengelolaan sungai, kualitas air pengelolaan sampah.

Langkah lainnya dengan mendorong kegiatan reboisasi hutan, restirasi sigma, sumur resapan, dan membuat penampung air bawah tanah serta pemanfaatan ruang dan penegakan hukum secara konsisten agar terjadi keseimbangan ekosistem.

ANALISIS

Permasalahan :

  • Manajemen risiko kekurangan air bersih di Jakarta.
  • Krisis air yang terjadi di DKI diperparah dengan pertambahan jumlah penduduk yang berdampak pada peningkatan pencemaran air sungai.

Penyelesaian Masalah :

  • Implementasi kebijakan permanen air yaitu, dimana masing-masing Pemda mempromosikan dan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk :

–    meningkatkan pengelolaan sungai, dan

–    kualitas air pengelolaan sampah.

  • mendorong kegiatan reboisasi hutan,
  • restirasi sigma,
  • sumur resapan dan membuat penampung air bawah tanah serta pemanfaatan ruang dan penegakan hukum secara konsisten agar menjadi keseimbanganekosistem.

sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2013/05/30/500/814913/pemprov-dki-jabar-koalisi-antisipasi-krisis-air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s